Unlimited Wordpress themes, plugins, graphics & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Web Design
  2. Creativity

Creative Block 101

by
Read Time:8 minsLanguages:
This post is part of a series called Let’s Talk About Creativity.
Understanding Creative Thinking
Creative Block: Environmental and Emotional

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Baba Baddolo (you can also view the original English article)

Pada artikel sebelumnya, saya mendeskripsikan proses berpikir kreatif. Terkadang proses ini tidak semudah yang Anda pikirkan; masalah mungkin muncul pada salah satu fase.  Misalnya, mungkin sulit untuk memformulasikan keinginan sesungguhnya dari klien, atau mungkin Anda hanya tidak kunjung berada pada momen “bola lampu”/”aha! Ide!”.  Inspirasi Anda berhenti dan Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan. Untungnya, sangatlah mungkin untuk memahami mengapa Anda menderita creative block dan menghadapinya langsung.

Pertama, sebuah pengingat dari proses berpikir kreatif:

creative-thinking-processcreative-thinking-processcreative-thinking-process

Apa Sebenarnya Creative Block Itu?

Creative block dapat dijelaskan dengan mudah menggunakan metafora: sebuah jalan. Jalan menuju solusi kreatif sangatlah berbahaya dan biasanya ada beberapa hambatan.  Hambatan-hambatan tersebut adalah creative block yang harus Anda hindari untuk sampai pada tujuan Anda. Menjadikan mereka familiar dan dapat dengan mudah mengidentifikasi hambatan ini adalah kunci untuk menaklukkannya. 

"Kebanyakan seniman telah mengalami creative block. Kita terjebak pada pekerjaan kita. Kita mengantukkan kepala kita pada dinding: tidak ada apa-apa. Terkadang, karena kita tengah mencoba sesuatu pada waktu yang salah." - Lukas Foss 

Pada awalnya, ini akan terdengar agak memaksa. Anda harus secara sadar belajar untuk memahami teori ini dan menerapkan pengetahuan yang akan kita bahas.  Bagaimanapun, dengan berlatih Anda akan mulai menerpkan apa yang kita bicarakan secara tidak sadar, sehingga otak Anda akan secara alami mengantisipasi creative block.

Empat Block

Bicara secara umumn ada empat kelompok utama masalah yang mungkin menyebabkan creative block:

  1. Observational block: hambatan yang mencegah Anda dari melihat masalah, atau memahami informasi yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah.
  2. Environmental block: masalah yang disebabkan oleh budaya Anda dan lingkungan secara langsung (klien misalnya)
  3. Emotional block: hambatan yang menghalangi kebebasan Anda untuk membentuk dan mengekspresikan ide Anda.
  4. Intellectual block: permasalahan dengan strateggi, persuasi, dan ekspresi. 

Mari kita gali satu per satu dengan lebih detail.

Observational Block

Kita mungkin terus menerus melihat, tetapi kita tidak selalu dapat memperhatikan semuanya. Satu alasan kita kadang mengalami creative block adalah kita memiliki masalah mengetahui permasalahan sebenarnya, atau kita gagal mendapatkan informasi yang cukup untuk dapat memecahkan masalah.

observational-blockobservational-blockobservational-block

VS Binoculars pada Dribbble

Situasi di bawah ini mungkin agak familiar:

1. Kesulitan dalam Menentukan Permasalahan

"Sebuah masalah yang diletakkan dengan benar telah setengah selesai." - John Dewey

Seperti yang kami jelaskan pada fase pandangan pertama dari proses berpikir kreatif, mengetahui permasalahan dengan tepat adalah hal yang krusial untuk pengembangan lebih jauh untuk proyek kreatif Anda. Untuk menghindari creative block pada titik ini:

  • Dapatkan petunjuk maksimal. Pahami apa yang diinginkan klien, mengapa mereka menginginkannya, siapa target tujuannya. Pahami klien Anda, pahami industrinya, pahami klien dari klien Anda.
  • Berhati-hati pada informasi yang berpotensi salah arti. Klien Anda mungkin tidak terlalu teknis, jadi terkadang sulit untuk menjelaskan apa yang Anda harapkan dari mereka atau apa yang mereka harapkan dari Anda.  Komunikasi adalah kunci untuk menghindari salah paham. Cek dan cek-kembali.
  • Kecenderungan salah untuk mengurangi waktu yang dihabiskan untuk mengetahui apa yang diinginkan dari Anda dan apa solusi yang mungkin Anda miliki.  Banyak desainer mulai dengan langsung finalisasi solusi yang tiba-tiba muncul di kepalanya, hanya untuk membuatnya gagal pada saat selanjutnya. Investasikan waktu pada ringkasan yang baik. Hal ini akan membuat Anda dan klien lebih senang.
  • Hati-hati jika terlambat memahami permasalahan. Seorang pelanggan mungkin melihatnya terlalu menonjol jika Anda berpikir lebih banyak dari yang diminta.  Cobalah untuk jujur pada tugas Anda, tetapi jadilah kritis ketika diperlukan dan beranilah untuk berkomunikasi setransparan mungkin dengan pelanggan.

Dengan kata lain, permasalahannya tidak akan pernah “Klien saya menginginkan sebuah website baru”. Ada alasan seseorang menginginkan sebuah website. Selalu lihat di luar permasalahan awal dan formulasikan ringkasan yang tepat dan lengkap yang akan memuaskan Anda dan klien Anda.

2. Ketidakmampuan untuk Mempertimbangkan Masalah dari Cara Pandang Berbeda

Kebanyakan masalah berhubungan dengan lebih banyak orang daripada mereka yang menyelesaikannya.  Misalnya, ketika Anda mengembangkan sebuah website untuk klien, hasilnya tidak hanya tentang Anda dank lien, tetapi juga tentang pengguna yang akan menggunakan website tersebut. Solusi yang hebat adalah solusi yang dapat menangani kepentingan lebih banyak orang.

different-viewpointsdifferent-viewpointsdifferent-viewpoints

Mortgage di Dribbble

Sebagai seorang desainer atau pengembang, terkadang sulit untuk melihat apa yang Anda buat dari cara pandang berbeda.  Hal inilah mengaba uji penggunaan sangatlah penting selama proses pengembangan. Memeperluas sudut pandang Anda sangatlah sulit dan bukan sesuatu yang dapat semua orang lakukan.

Untuk itu, sangat disarankan untuk bekerja dengan orang-orang dari industri yang berbeda, atau sederhananya para calon klien untuk memikirkan solusi yang memungkinkan untuk permasalahan Anda, atau bahkan uji solusi potensial yang telah Anda desain.  Masukan mereka sangatlah berharga. Dengan bekerja sama, Anda meningkatkan cara pandang Anda, sehingga Anda meningkatkan kualitas solusi Anda.

3. Persepsi Stereotip

Salah satu kata kunci untuk kreativitas adalah tidak terduga. Kita suka menghidupkan harapan kita sehingga kita melihat apa yang ingin kita lihat. Permasalahan dengan persepsi streotip adalah itu membatasi kreativitas Anda, jadi cobalah untuk melangkah menjauhi hal ini.

"Ide keseluruhan dari stereotip adalah untuk menggampangkan. Bukannya menyelami permaslahan dan semua keberaneka ragamannya- yang ini mungkin ini atau itu- Anda justru hanya memiliki statement besar; ini ya ini." - Chinua Achebe

Mengatakan hal tersebut, maka stereotip adalah alat yang sangat kuat. Mereka mudah untuk dipahami, agak universal dan ada beberapa kebenaran yang berhubungan dengan stereotip. Untuk itu, walau dengan persepsi stereotip, Anda tetap dapat menjadi kreatif! 

4. Kejenuhan

Mari beristirahat dari artikel. Pertama, ambillah secarik kertas dan cobalah gambar dashboard mobil Anda.  Jangan gunakan bantuan apapun; bergantung murni pada ingatan Anda. Silakan menjauh dari komputer Anda dan kembalilah dalam lima menit ketika Anda telah selesai dengan gambar Anda.

creative-blockdashboardcreative-blockdashboardcreative-blockdashboard

Board de Dash pada Dribbble

Selamat datang kembali! Sekarang bandingkan gambar Anda dengan baik dashboard asli Anda, atau merujuk pada dashboard dengan mencari gambar Google. Anda mungkin terkejut pada betapa sulitnya hal tersebut, atau betapa gambar Anda sangat berbeda dari benda aslinya. Bagaimana mungkin?

Kejenuhan dikenal sebagai fase pada proses berpikir kreatif di mana kita mengumpulkan informasi bermanfaat sebanyak mungkin untuk menemukan solusi pada sebuah masalah.  Bagaimanapun, kejenuhan itu sendiri adalah jalan buntu. Fakta bahwa kita secara cepat mencapai kebanyakan informasi dapat menjadi penyebab mendapatkan kesuitan untuk berpikir dengan jernih.

Ini merupakan block yang sangat berbahaya dan bersisi ganda. Terkadang kita berpikir kita memiliki informasi yang cukup, tetapi kita gagal menggunakannya ketika kita memerlukannya.  Pada sisi lain, terkadang kita mengabaikan terlalu banyak informasi dan gagal untuk membuat konteks untuk mendesain. Kita menyerap informasi sangat banyak pada suatu hari dan tiba-tiba tidak mungkin Anda dapat mengingat semuanya (kecuali Anda adalah Stephen Wiltshire). Inilah mengapa, misalnya, hampir tidak mungkin menggambarkan replika sempurna dari dashboard mobil Anda.

Bagaimana mungkin untuk mengalahkan kebuntuan ini? Well, ada dua solusi penting. Pertama, memberikan waktu untuk masalah. Ingat bahwa banyak solusi kreatif terjadi pada Anda di tengah-tengah kehidupan.  Dengan tidak secara aktif mencari solusi dan memberikan semua informasi waktu untuk dianalisis secara tidak sadar, pikiran Anda akan perlahan menjadi kosong dan jernih lagi.

Solusi lainnya adalah untuk mengumpulkan informasi kualitatif. Selama proyek, saya selalu menjaga sebuah folder di mana saya meletakkan inspirasi yang relevan dalam bentuk URL, gambar, dan lain-lain.  Dengan begitu, informasi Anda dapat Anda akses dengan mudah dan mudah untuk mengingatkan diri Anda apa yang sebenarnya Anda kerjakan ketika Anda mulai bekerja pada proyek Anda lagi. Beranilah untuk memilah dan memilih ketika menangani informasi.

5. Ketidakmampuan untuk Menggunakan Semua Informasi Panca Indra

Salah satu masalah yang sering kita miliki adalah kita selama ini terlalu visual. Kita umumnya mengabaikan indra lainnya, terutama ketika mendesain, bersandar hanya pada penglihatan (dan terkadang pendengaran).

sensessensessenses

Olympic games of senses di Dribbble

Padahal, seseorang yang ingin menjadi kreatif harus mencoba untuk memeluk semua informasi panca indra. Misalnya, ketika Anda mengembangkan sebuah website untuk bisnis madu, bagaiman Anda dapat menerjemahkan rasa dan aroma madu dalam sebuah pengalaman browsing?  Misalnya, Anda dapat menantang diri Anda untuk membuat skema warna dengan indra perasa Anda sebagai pemandu Anda. Hal ini tentu saja sangat menantang, tetapi dengan menggunakan seluruh informasi indera Anda dapat mengembangkan pengalaman yang hebat.

Satu teknik yang sering digunakan adalah untuk menutup salah satu informasi indera. Misalnya, tutup mata Anda dan dengarkan apa yang ada di sekitar Anda, Anda akan mendengar lebih banyak (dan lebih baik) dengan mata tertutup.

Tantangan Anda

Sekarang mari letakkan teori Anda menjadi praktik. Bawa pikiran Anda kembali pada beberapa proyek sebelumnya; cobalah untuk mengidentifikasi apakah Anda mengalami permasalahan yang disebutkan di atas.  Apakah Anda memiliki masalah dengan menentukan permasalahan? Apakah Anda gagal untuk melihat masalah dari cara pandang yang berbeda? Ataukah Anda merasa terlalu banyak hal saat itu; informasi berlebihan?

Adalah hal yang cerdas untuk melihat proyek lama dan memahami mengapa beberapa aspek tidak baik. Tuliskan permaslahan tersebut dan pikirkan bagaimana Anda dapat menghindari atau mengatasi masalah-masalah tersebut lebih cepat.  Melakukan hal itu akan membantu Anda menghindari kesalahan yang sama dan mengenali situasi tersebut di kemudian hari.

Itu penjelasan tentang observational block; selanjutnya kita akan melihat block yang disebabkan lingkungan (environment) dan perasaan (emotional). Terima kasih telah membaca!

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.