Birthday Sale! Up to 40% off unlimited courses & creative assets Birthday Sale! Save up to 40%!
Advertisement
  1. Web Design
  2. UX
Webdesign

Cara Membangun UX untuk Enterprise yang Lebih Baik

by
Length:ShortLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Muhammad Naufal (you can also view the original English article)

Baik desain yang berhadapan dengan enterprise dan konsumen secara langsung kita perlu mencari tahu siapa user-user ini dan apa yang mereka ingin capai, ada juga beberapa perbedaan utama yang perlu dipahami.

How to Build Better Enterprise UX

1. Berbeda Audience, Berbeda Kebutuhannya

Ketika membahas soal pertemuan dengan consumer, buyer ini lebih mudah ditebak. Tetapi untuk banyak produk enterprise, buyer-nya bukanlah pengguna akhir.

Di tingkat organisasi, mungkin ada lebih banyak kekhawatiran tentang privacy, security, dan data. Namun, tren pergeseran saat ini adalah bahwa tim dapat memilih tool mereka sendiri (ketika hal tersebut masuk akal dari perspektif anggaran). Lagi pula, menggunakan tool yang tidak efisien dan dirancang dengan buruk hari demi hari tidak hanya menurunkan moral karyawan tetapi juga sangat mengganggu kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan dengan baik.

Ada kebutuhan dan pekerjaan khusus yang harus dilakukan oleh berbagai peran organisasi yang menggunakan produk Anda (yang kadang-kadang sesuai dengan jabatannya) - memetakan peran pengguna ini akan membantu memperjelas siapa pengguna Anda dan apa yang perlu mereka lakukan.

2. Mudah untuk Bergabung dan Melatih

Produk enterprise biasanya melayani ribuan customer, banyak di antaranya dalam tim yang bekerja bersama dalam suatu organisasi. Ini berarti akan ada proses onboarding dan pelatihan untuk anggota tim dari organisasi tersebut. Tetapi sebagai designer produk, Anda juga dapat menekankan perlunya aset dan sumber daya pelatihan yang hebat seperti dokumentasi yang baik, video pelatihan, dll. Menjadikan seluruh transisi dan proses pembelajaran ini semulus dan seintuitif mungkin akan membantu produk Anda berhasil, karena produk perusahaan mungkin menjadi lebih kompleks, powerful , dan technical.

3. Kenali Pengalihan Risiko

Ketika membahas enterprise, beralih di antara produk-produk bisa berisiko. Produk yang dibeli adalah biaya besar. Mungkin ada bertahun-tahun ketergantungan infrastruktur yang mendasarinya atau banyak biaya lain yang terlibat dalam membuat perubahan. Itu sebabnya produk akhir harus fungsional dan menarik, jika tidak, siapa yang akan menjamin perubahan ini dalam suatu organisasi?

Kesimpulan

Ada kebutuhan fungsional untuk produk enterprise (itulah sebabnya mereka ada) yang membuatnya lebih penting untuk fokus pada pekerjaan yang harus dilakukan. Menentukan value yang dipedulikan para pengguna Anda, apakah itu fleksibilitas, cepat, atau integrasi dengan produk lain, dapat membantu Anda mengembangkan kerangka kerja untuk memahami apa yang dipedulikan oleh pengguna Anda.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.