Unlimited Wordpress themes, plugins, graphics & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Web Design
  2. UX
Webdesign

Lima Komponen Inti Pengalaman Pengguna (UX)

by
Length:ShortLanguages:
This post is part of a series called A Beginner’s Guide to UX Design.
Choosing UX Design Tools
The Importance of UX Research

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Kurniawan Sugi Purwanto (you can also view the original English article)

Untuk sepenuhnya memahami apa itu desain pengalaman pengguna, akan saya jelaskan apa yang dilakukan oleh para desainer pengalaman pengguna—sesuatu yang bisa dilakukan dengan menjelaskan lima komponen inti pengalaman pengguna (UX).

  • Arsitektur Informasi (Information Architecture, IA)
  • Desain Interaksi (Interaction Design)
  • Kemanfaatan (Usability)
  • Pemurwarupaan (Prototyping)
  • Desain Visual (Visual Design)

1. Arsitektur Informasi (IA)

Arsitektur Informasi adalah tentang menghubungkan orang ke konten dengan cara yang paling mereka pahami. Ini akan membuat hirarki konten di suatu halaman dan menggunakan elemen-elemen yang berbeda, seperti misalnya navigasi, untuk menambahkan struktur. IA menangani tipe-tipe informasi yang berbeda ke dalam konteksnya dan mengorganisasikannya supaya mudah untuk ditemukan.

2. Desain Interaksi

Desain Interaksi berhubungan dengan interaksi khusus antara pengguna dan layar. Desain Visual merespon tujuan pengguna yang didukung dalam Desain Interaksi untuk mengomunikasikan brand dengan menggunakan grafis, gambar, font, warna, ikon, dan sebagainya.

Desain interaksi juga menggunakan pemurwarupaan (prototyping) untuk menetapkan perilaku dan fungsi tertentu bagi komponen-komponen yang berbeda. Sebagai contoh, pada desain aplikasi selular, apakah halaman masuk (sign-in) berangsur jelas, atau bergeser ke kanan? Jenis transisi ini harus dijelajahi dalam suatu konsep interaksi supaya hasil akhirnya diterapkan sedekat mungkin dengan keinginan desainer.

3. Kegunaan (Usability)

Kegunaan berurusan dengan daya ungkit data untuk menentukan validitas keputusan desain. Meskipun di perusahaan tertentu ada orang dari berbagai latar belakang berbeda yang menyampaikan tentang tujuan-tujuan bisnis atau batasan teknis tertentu, peran desainer UX adalah memenangkan kebutuhan pengguna dan mengomunikasikan frustrasi dan rasa sakit yang dirasakan selama produk digunakan.

Data ini bisa didapatkan dengan beragam cara—dari kelompok fokus sampai survey, mulai penelitian kegunaan berbasis laboratorium sampai dengan wawancara empat mata, kunjungan ke lokasi, pelacakan mata, penyortiran kartu, pengujian A/B, telemetri, dan sebagainya.

Uji kegunaan membantu untuk memahami ruang produk sembari mendefinisikan perilaku dan kebutuhan pengguna. Di level yang tinggi, praktek yang baik adalah memvalidasi hipotesis dengan pengguna sesungguhnya dan mengukur serta memvalidasi produk yang berubah untuk memastikan apakah perubahannya memenuhi pengguna.

4. Pemurwarupaan (Prototyping)

Purwarupa bisa dijelaskan sebagai suatu versi pendahuluan yang dengannya bentuk lain dikembangkan. Sebagai seorang desainer, pemurwarupaan memberikan cara yang murah dan fleksibel untuk menguji apa yang terlihat hebat dan sesuai tujuan, baik itu aplikasi selular, produk fisik, atau suatu situs web. Cara ini juga memberikan jalan untuk mengiterasi berdasarkan umpan balik para pemegang kepentingan dan pengguna dalam konteks penelitian tentang kegunaan.

Sehingga Anda mendapat wawasan tentang fungsionalitas desain Anda dan perubahan yang dibutuhkan agar karya Anda menyenangkan sekaligus berfungsi. Ini adalah cara untuk menentukan prioritas, menguji dengan murah terhadap berbagai pilihan, lalu menemukan batasan-batasan logistik dan konflik terkait penerapannya. Pada puncaknya, pemurwarupaan adalah hal penting karena ini membawa Anda lebih dekat ke fungsionalitas akhir produk Anda sebelum menginvestasikan waktu, sumber daya, dan uang untuk melakukan pengembangan.

5. Desain Visual

Desain visual adalah tentang menggunakan aspek visual suatu produk untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Meskipun desain visual bukan segalanya yang dibutuhkan dalam perancangan, ini adalah bagian krusial suatu produk yang dipikirkan dengan cermat. Desain visual mengomunikasikan banyak tentang merek perusahaan dan bisa berpengaruh terhadap sejauh mana orang suka dan terlibat terhadap suatu produk.

Topik desain visual bisa membelah pendapat, karena terkadang ada pemikiran bahwa desainer yang menekankan pada estetika akan mengorbankan kegunaan. Desain visual yang hebat bahkan bisa membuat kita mengabaikan permasalahan kegunaan. Kendatipun begitu, temuan penelitian terbaru menyatakan bahwa estetika dan kegunaan bisa dipandang berkorelasi secara positif.

Desain visual menginformasikan cara suatu produk bekerja melalui warna, hirarki visual, tipografi, sehingga ini adalah bagian krusial dari keseluruhan pengalaman pengguna.

Selanjutnya...

Sejauh ini kita telah melihat apa itu desain pengalaman pengguna, membahas sarana-sarananya, dan mendefinisikan komponen-komponen inti pengalaman pengguna. Di bagian berikutnya di seri ini, kita akan menyelam lebih dalam ke riset pengalaman pengguna. Sampai jumpa!

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.