Advertisement
  1. Web Design
  2. Productivity
Webdesign

Tips Menghadapi Stres di Industri Digital

by
Length:ShortLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Wasmia Mia (you can also view the original English article)

Sebuah karir dalam industri digital seringkali mengarahkan kita pada stres: deadline yang ketat, masakah komunikasi dengan klien, dan pekerjaan yang tidak disetujui adalah kejadian-kejadian yang akan Anda hadapi pada saat tertentu.

Untuk mereka yang bekerja sebagai freelancer penuh bahkan dapat menjadi lebih parah: Anda memiliki perasaan tidak aman secara finansial, kekhawatiran lebih tentang pekerjaan selanjutnya, dan Anda mungkin memiliki masalah tentang menemukan keseimbangan hidup/kerja yang tepat.

Pada tips ringkas ini kami akan mengulas beberapa dasar bagaimana Anda dapat mempersiapkan diri Anda menangani stres dengan cara yang lebih baik.

Memahami Stres

Semua hal dimulai dengan kesadaran tentang kapan sebenarnya stres terjadi dan bagaimana bentuknya ketika ia terjadi.

Ada banyak alasan seseorang untuk merasa stres; kecemasan terhadap “sesuatu” biasanya menjadi akar permasalahan. Ada banyak alasan seseorang untuk merasa stres; kecemasan terhadap “sesuatu” biasanya menjadi akar permasalahan.

Sadar bahwa Anda sedang stres adalah langkah awal untuk mengurangi kecemasan yang Anda alami. Di bawah ini, saya akan jabarkan beberapa metode yang dapat menolong Anda meringankan stres.

1. Berkesadaran Penuh

“Sadar” akan membuat Anda mereasa lebih terkontrol. Anda dapat mencapai tingkat kesadaran penuh dengan memperhatikan dan tahu tentang keadaan saat ini dibandingkan dengan kejadian masa lampau ataupun masa depan.

mindfulness

Kapanpun ketika kita stres, pikiran kita akan berlomba dan kita akan sangat fokus pada banyak hal berbeda yang harus kita lakukan, dengan pikiran yang terjebak pada masa yang akan datang ataupun masa lalu daripada tentang apa yang benar-benar terjadi pada saat ini. Inilah alasannya, pada saat tertentu, ada tumpukan rasa cemas yang justru membuat Anda tidak dapat melakukan pekerjaan apapun.

Triknya adalah dengan berfokus pada apa yang kita hadapi saat ini. Tarik napas. Tutup tumpukan aplikasi maupun tab mesin pencari di computer Anda, bersihkan meja Anda, hilangkan gangguan. Fokuslah pada satu pekerjaan paling penting yang sedang Anda kerjakan.

2. Pemikiran Pragmatik

Solusi lainnya adalah dengan menghilangkan emosi dalam persamaan. Ini bukan untuk semua orang, sebab ada beberapa orang yang sangat emosional pada dasarnya.

“Pragmatisme” berarti berfokus pada fakta yang sedang terjadi dan mencari jalan keluar untuk mencapai tujuan yang hendak Anda raih. Beberapa alasan Anda mungkin stres murni karena perasaan emosional, seperti ketakutan bahwa Anda tidak akan memiliki proyek pekerjaan yang akan datang sebagai freelancer. Jika Anda dapat menemukan klien dengan mudah dalam beberapa tahun terakhir misalnya, mengapa Anda harus merasa khawatir?

3. Pemetaan Masalah dan Solusi

Hal yang langsung berhubungan dengan pemikiran pragmatik adalah pemetaan masalah dan solusi. Idenya adalah untuk membuat daftar semua permasalahan yang menyebabkan Anda Astres di selembar kertas.

Sekarang, Anda dapat memikirkan tentang solusi yang potensial untuk memecahkan masalah-masalah tersebut. Contohnya—jika Anda stres karena terlalu banyak deadline yang menumpuk, Anda dapat mencari solusi yang berbeda. Mungkin Anda dapat mencoba meminta perpanjangan waktu deadline atau memindahkan jadwal deadline kepada klien dengan penjelasan mengapa waktu lebih panjaang adalah hal yang lebih baik, seperti hasil pekerjaan akan lebih baik kualitasnya jika tidak terburu-buru.

Berkomunikasilah secara terbuka, jangan bertele-tele tentang permasalahan yang tengah dihadapi kemudian bersama-sama mencari jalan keluar permasalahan tersebut.

notebook

Jika pekerjaan Anda adalah penyebab Anda cemas dan Anda tidak dapat menemukan solusinya, artinya ada sesuatu yang salah dan harus diubah. Bisa jadi Anda perlu menemukan pekerjaan lain, mengemukakan permasalahan Anda pada atasan, atau memutus hubungan dengan klien, pada situasi ini perhitungan yang drastis akan membuat Anda lebih lega daripada terus tenggelam dalam stres. 

4. Skenario Terburuk

Latihan yang bermanfaat lain adalah dengan memikirkan scenario terburuk kemudian mencari solusi potensial untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Bagaimana jika besok aku akan dipecat atau kehilangan proyekku? Adakah orang lain lagi yag akan menawarkan pekerjaan kepadaku? Mungkin ada beberapa klien sebelumnya yang dapat aku hubungi kembali?”

Biasanya, ketika Anda berakhir dengan memikirkan scenario terburuk, Anda akan menyadari bahwa itu bukanlah yang terburuk. Saat ini Anda sedang berada dalam kesehatan yang prima, Anda bisa makan dan minum serta ada orang-orang yang masih peduli dengan Anda.

Lantas, jika ada proyek yang gagal; apakah itu cukup bernilai untuk Anda kehilangan waktu tidur serta merasa cemas?

5. Melangkah Keluar

Sejauh ini solusi paling efektif yang saya temukan serta yang paling mudah: pergilah jalan-jalan, terutama di luar.

walk

Mungkin terdengar sangat tidak produktif di tengah tumpukan pekerjaan, bukan? Kenyataannya: Akan selalu ada tumpukan pekerjaan yang menunggu Anda.

Pergi keluar untuk sekadar minum kopi, atau mondar-mandir kompleks rumah dapat menyegarkan ulang pikiran Anda (saya sangat menyarankan sambil mendengarkan music- hal ini mencegah pikiran Anda berputar memikirkan ini dan itu ketika sedang jalan-jalan).

Udara yang segar serta memandang sesuatu yang lain selain komputer Anda dapat menciptakan hal yang luar biasa untuk detak jantung dan kesehatan jiwa Anda.

Ingat bahwa energy mental Anda bekerja sama persis seperti pekerjaan paru-paru. Ada gerakan menarik napas dan menghembuskannya. Untuk energy mental Anda, berlaku hal yang serupa. Ada waktunya kala Anda harus berfokus pada pekerjaan da nada waktu untuk istirahat seiring dengan kepekaan pengamatan serta kualitas pekerjaan Anda menurun hanya dengan menambahkan waktu tambahan untuk Anda. Saya pribadi menyarankan maksimal menghabiskan waktu dua jam untuk berfokus tanpa gangguan apapun. Menghabiskan waktu fokus lebih banyak dari itu, justru tidak akan menghasilkan produktivitas yang setara daripada Anda menyisihkan waktu  untuk keluar kantor selama 30 menit kemudian kembali untuk tumpukan pekerjaan lainnya.

6. Gunakan Jadwal

Hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan membuat jadwal dan menepatinya. Meskipun kegiatan menumpuk tetapi saya masih mencoba menaati jadwal saya untuk menghasilkan pekerjaan yang berkualitas dan menjaga kesehatan jiwa pada waktu-waktu stres.

Ini berarti menghabiskan waktu yang cukup untuk tidur (kurang tidur mengurangi produktivitas—tidak ada alasan untuk memaksakan tidur 5-6 jam sehari), makan yang sehat dan olahraga.

Di antara aktivitas tersebut yang saya anggap merupakan kebutuhan fungsional manusia, saya membagi waktu antara mengejar pekerjaan dan istirahat (minum kopi, jalan-jalan, dan lain-lain). Selama bekerja, saya memilih satu pekerjaan paling penting terlebih dahulu (jarang email, misalnya!) dan melanjutkannya.

Ini berarti bahwa nyatanya saya hanya memiliki sedikit waktu yang produktif dalam sehari, namun kapanpun saya bekerja saya fokus dan baik.

Kesimpulan

Kunci dari menghadapi stres adalah dengan menemukan solusi yang mana yang paling ampuh untuk Anda untuk menenangkan diri dan kembali fokus.

Sedikit stres cukup berguna untuk memotivasi kita, namun jangan biarkan ia mengendalikan hidup Anda.

Tarik napas, jalan-jalan, dan ketika Anda kembali Anda akan sepenuhnya fokus pada pekerjaan penting yang tengah Anda hadapi. Cara paling efektif mengatasi stres adalah untuk mendorong diri Anda dan bukan orang lain.

Semoga berhasil!

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.