Unlimited Wordpress themes, plugins, graphics & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Web Design
  2. Creativity

Memahami Pikiran KreatifMemahami Pikiran Kreatif

by
Read Time:8 minsLanguages:
This post is part of a series called Let’s Talk About Creativity.
The Concept of Creativity
Creative Block 101

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Baba Baddolo (you can also view the original English article)

Pada artikel kali ini, saya akan menjelaskan bagaimana kita berpikir selama proses menjadi kreatif. Pengetahuan ini akan membantu Anda memahami kreativitas dan akan membentuk dasar untuk membantu Anda memahami mengapa kita memiliki creative block dan bagaimana kita mengalahkannya.

Sebelum kita memulai, mari melihat sekilas pada artikel sebelumnya. Apakah Anda mengambil saran dari saya dalam melatih kreativitas Anda setiap hari, tak peduli apapun hasilnya?  Pikirkan hal tersebut sebagai tantangan untuk menjaga kebiasaan ini hingga akhir sesi. Siapa tahu ada ide luar biasa yang Anda miliki dalam waktu tersebut!

Semua Orang Berpikir dengan Cara yang Berbeda

"Nilai seseorang berdasarkan pertanyaannya daripada jawabannya." - Voltaire

Semua orang memecahkan masalah dengan cara yang berbeda, dan masing-masing memiliki caranya dalam berpikir. Sebagai desainer, cara kita berpikir memengaruhi bagaimana kita mendesain, dan bagaimana kita memberikan solusi pada klien kita.  Dalam industri kreatif, penting untuk menguasai gaya berpikir berbeda dan berita baiknya adalah siapa saja dapat berpindah dengan mudah di antaranya. Satu-satunya masalah adalah Anda mungkin lebih efektif pada saru gaya berpikir daripada yang lain.

Untuk memudahkannya, Anda sering berpikir dalam tiga cara spesifik:

  • logis
  • praktis
  • atau kreatif

Apa yang dimakdukan dalam bentuk nyata? Cara berpikir logis biasanya melibatkan membuat penilaian.  Anda membuat keputusan rasional untuk alasan mengapa sesuatu itu lebih atau kurang coock. Misalnya, hal ini dapat terjadi ketika memilih style desain tertentu, menolak pekerjaan, atau menentukan kebutuhan pelanggan.

Berpikir praktis adalah yang paling sulit. Ini menentukan bagaimana Anda berinteraksi dengan orang lain dan bagiamana Anda dapat diajak berkomunikasi dan meyakinkan orang lain.  Jika Anda sangat baik dalam menjual website misalnya, maka Anda mungkin pemikir praktis yang hebat. Meletakkan pemikran logis Anda pada praktik akan mendorong pemikiran praktis.

Berpikir kreatif melibatkan pemecahan masalah. Perbedaan antara berpikir kreatif dan logis serta praktis adalah Anda sering melihat masalah dari sudut padang non-ortodok dan pemikiran Anda tidak terstruktur.  Ini sering melalui beberapa fase dan termasuk sebagai proses berpikir kreatif.

Proses Berpikir Kreatif

Walaupun kreativitas kadang tidak terstruktur, tetapi ada proses pasti yang dapat dikenali.

creative-thinking-processcreative-thinking-processcreative-thinking-process

Proses ini menitik beratkan pada individu. Langkah-langkahnya mungkin sama, tetapi bagaimana mereka memanifestasikannya secara menyeluruh adalah hal unik pada Anda.  Secara khusus, panjang masing-masing fase, metode yang digunakan pada masing-mang fase dan efisiensi dari proses berpikir kreatif kita secara umum beragam dari orang ke orang.

Memahami proses ini sangatlah penting ketika menghadapi creative block. Beberapa masalah dapat dihubungkan dengan fase spesifik dari proses. Mengidentifikasi fase ketika creative block membesarkan dirinya adalah kunci untuk memecahkan masalah.

Langkah 1: Pandangan Pertama

Kita telah membicarakan masalah cukup sering; sebagai desainer kita menghadapinya sehari-hari.

creative-thinking-1creative-thinking-1creative-thinking-1

"Investasikan waktu Anda untuk berpikir. Maka ia akan membayarkan bunganya dengan baik." – Author Tidak Diketahui

Permasalahan-permasalahan itu mungkin terlihat sangat jelas: "Saya tidak memiliki sebuah website dan saya ingin memilikinya, dapatkan Anda membuatkan saya?" pada kenyataannya, mendeskripsikan masalah dengan cara itu melibatkan semua yang dibutuhkan untuk memberikan solusi yang hebat, adalah hal yang sulit.  Mengapa seorang pelanggan menginginkan sebuah website? Siapakah target audience untuk website tersebut? Apa tujuan website tersebut?  Masalah yang baik adalah yang ekstensif dan membuat proses kreatif menjadi lebih mudah karena Anda tidak perlu memperluas masalah selama pemecahannya.

Menemukan permasalahan sebenarnya adalah kreatif itu sendiri. Salah satu fingsi berpikir kreatif tidak hanya menyelesaikan permasalahan yang ada. tetapi juga menemukan dan mendapatkan pertanyaan yang lebih mendalam pada jawabannya.  Pandangan pertama Andalah yang penting untuk membantu Anda memahami mengapa Anda harus menjadi kreatif dan menentukan permasalahan seutuhnya membantu Anda menunjuk solusi yang tepat.

Langkah 2: Kejenuhan

Langkah kedua yang kita alami tanpa sadar adalah kejenuhan pikiran. Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya yang akan membantu Anda memecahkan masalah.  Hal khusus dari fase ini adalah tahap ini agak rasional da analitis. Biasanya ini adalah fase berpikir yang paling tidak kreatif.

creative-thinking-2creative-thinking-2creative-thinking-2

  Anda dapat membandingkan fase ini dengan puzzle besar dengan semua potongannya tersebar di sepanjang meja. Anda telah mengetahu bahwa beberapa potong mungkin tidak termasuk dalam solusi akhir, tetapi apa yang ada di hadapan Anda akan membentuk suatu awal solusi untuk permasalahan Anda yang telah Anda temukan masalah tersebut pada fase pertama.

Pengetahuan adalah fondasi Anda untuk kreativitas.

Informasi ini sering melibatkan inspirasi yang didapatkan dari desainer lain, tutorial, buku-buku yang Anda baca tetapi juga hal-hal umum yang menginspirasi Anda seperti musik, misalnya. Ini merupakan aspek yang agak aneh dari kreativitas: Anda sering perlu untuk mengetahui bagaimana irang lain memecahkan permasalahan yang sama, sebelum Anda dapat memberikan solusi Anda sendiri.

Mampu untuk menemukan solusi tanpa membutuhkan inspirasi menandakan seseorang yang sangat mandiri. Pada akhir sesi, kita akan melihat lebih dekat dalam menjadi lebih original pada karya Anda.

Langkah 3: Inkubasi

Telah mengumpulkan informasi yang cukup, Anda mulai berpikir solusi-solusi yang memungkinkan (seringkali ini merupakan proses yang membutuhkan waktu dan kesabaran).

creative-thinking-3creative-thinking-3creative-thinking-3

Rintangan pada umumnya di fase ini adalah sadar dan paham pada kenyataan bahwa Anda tengah mencari solusi. Tekanan justru memberikan efek buruk pada kreativitas Anda, menyebabkan kekesalan terhadap creative block berlebih.

Menggunakan metafora puzzle, selama proses ini Anda akan perlahan-lahan mencoba menyatukan potongan-potongannya. Beberapa potong cocok, beberapa lainnya tidak dan terkadang Anda berakhir dengan memulai ulang puzzle Anda.  Untuk kebanyakan orang ini adalah fase paling sulit dan secara umum Anda aka nselalu menghadapi beberapa jalan buntu ketika Anda memproses informasi dari fase dua.

Contoh

Percobaan dan kegagalan selama proses pengembangan website adalah contoh yang bagus. Jarang sekali Anda bertahan dengan draft pertama Anda pada sebuah website.  Desain adalah sesuatu yang hidup dan dikembangkan beberapa kali selama proses desain. Perubahan ini, mengerjakan ulang dan menginterpretasikan informasi secara berbeda adalah hal lumrah untuk fase inkubasi.

Langkah 4: Kelegaan

Kreativitas seringkali merupakan kejeniusan yang tiba-tiba, ketikas semua potongan akhirnya berada di tempatnya masing-masing (ini tentang puzzle lagi). Solusi Anda akhirnya sesuai dengan semua syarat dan dapat dicapai!

creative-thinking-4creative-thinking-4creative-thinking-4

"Ide saya biasanya datang bukan dari meja kerja saya melainkan di tengah kehidupan." - Anais Nin

Sering kali, fase ini terjadi pada saat yang tidak diduga ketika Anda tidak begitu fokus pada masalah- seperti ketika sedang mandi, atau makan malam, atau di tengah-tengah menonton televisi. 

Sering kali juga merupakan gabungan dua elemen yang saling tidak berhubungan pada awalnya, yang memberikan solusi.  Lompatan ke depan ini dalam berpikir dapat menjadi hal yang sulit, karena membutuhkan inkubasi dari informasi yang telah Anda proses. Bagaimanapun, Anda dapat melatih diri Anda untuk mencapai fase lega lebih cepat dengan bekerja keras untuk kreativitas Anda secara umum.

Langkah 5: Verifikasi

Salama verifikasi, solusi Anda diuji pada kenyataan.

creative-thinking-5creative-thinking-5creative-thinking-5

Sukses bukan merupakan hal yang mudah untuk diukur; apakah permasalahan berhenti ketika klien senang? Ketika kebutuhan pengguna telah terpenuhi?  Secara umum, bagus untuk beranggapan bahwa desain pertama Anda tidak pernah sempurna. Beranilah untuk menjadi kritis pada hasil kerja Anda karena hal tersebut akan membuatnya menjadi lebih baik.

Apakah selesai setelah fase ini? Mungkin, tetapi biasanya Anda akan mengulangi beberapa fase selama berpikir kreatif. Setelah verifikasi, Anda mungkin berkesimpulan bahwa solusi Anda tidak terlalu pas dan Anda kembali pada fase inkubasi.  Bahkan yang lebih buruk, Anda memahami bahwa Anda melakukan pendekatan pada permasalahan dengan cara yang salah dan Anda memulai lagi sedari awal. Penting untuk menyadari bahwa tidak ada fase yang tidak berguna. Ada akan selalu mempelajari sesuatu dari setiap langkah yang Anda ambil.

Contoh

Sebuah contoh misalnya Anda membuat sebuah website yang membuat Anda dan klien Anda senang, tetapi pengguna menemui masalah untuk menemukan konten tertentu.  Pada kasus ini Anda gagal untuk memberikan solusi penh, karena memenuhi kebutuhan pengguna juga merupakan kewajiban.  Ketika Anda menyadari hal ini, Anda akan kembali pada fase inkubasi.

Proses Kreatif pada Alur Kerja Anda

Artikel ini harusnya telah menawarkan fondasi untuk keluar dari permasalahan creative block, dan kemampuan untuk bereaksi pada fase tertentu dari proses dengan lebih efektif.

Misalnya, selama fase jenuh Anda dapat membuat struktur yang lebih efisien untuk memandu diri Anda.  Saya suka memulai dengan satu jam brainstorming (berpikir) setelah saya membaca ringkasan klien, menyerap informasi sebanyak mungkin selama waktu yang terbatas.  Saya coba untuk menjadi lebih peka sebelum saya kembali menuliskan ringkasan untuk memasukkan lebih banyak detail. Setelah jenuh, saya akan mematikan komputer saya, saya ambil pulpen dan kertas kemudian mengembangkan konsep dengan cara tersebut. Sekali lagi, dalam rentang waktu satu jam.

Memahami proses berpikir kreatif membantu Anda memahami kekuatan dan kelemahan Anda. Hal ini dapat menjadi berguna ketika bekerja dalam tim.  Beberapa orang hebat dalam fase verifikasi dan dapat menawarkan kritik yang bermanfaat, beberapa orang lain hebat pada fase inkubasi dan dapat menawarkan langkah pertama terhadap solusi akhir.  Atasi kelemahan Anda dan tim dengan mengisi dan melengkapi kekurangan dan kelebihan tersebut.

Kesimpulan

Ini akhir dari proses berpikir kreatif. Saya harap Anda melihat artikel ini menarik dan membuat Anda paham bagaimana kita bekerja ketika kita berproses kreatif.  Pada artikel selanjutnya kita akan mengangkat apa-apa saja dan menjelaskan apakah creative block itu, apa saja tipenya dan bagaimana kita akan keluar dari permasalahan ini.  Ini akan menjadi langkah-langkah praktis pertama kita dalam membuat Anda menjadi lebih kreatif. Cobalah untuk tetap kreatif setiap hari, dan silakan meninggalkan komentar tentang apa yang Anda ingin lihat pada artikel selanjutnya!

Satu Hal Lagi…

Bagaimana pendapat Anda tentang penggunaan lima warna untuk ilustrasi di artikel ini? Saya mengambilnya dari Adobe Kuler; sebuah polesan bernama "Cobalt River". Idenya menendang saya, agak kebetulan, pada fase inkubasi J

creative-thinking-swatchcreative-thinking-swatchcreative-thinking-swatch
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.