Unlimited WordPress themes, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Web Design
  2. Analytics
Webdesign

Apa Yang Sebenarnya Ditunjukkan “Avg. Time on Page”

Length:ShortLanguages:
This post is part of a series called Demystifying Google Analytics.
When a Bounce is Not a Bounce

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Pernah bertanya-tanya bagaimana Google Analytics tahu ketika kamu meninggalkan sebuah halaman? Tampaknya, itu tidak tahu, yang membuat “Avg. Time on Page” dan “Avg. Session Duration” menjadi pengukuran yang menarik.

Beberapa Latar Belakang

Goal kami di Envato Tuts+ adalah membantu orang-orang belajar. Jika seseorang menghabiskan lebih sedikit dari tiga puluh detik pada sebuah tutorial, mereka mungkin menyimpan itu untuk dibaca nanti, namun dalam kebanyakan kasus kita dapat menganggap mereka tidak mempelajari dari itu.

"Segments" dalam Google Analytics memungkinkanmu menyaring grafik atau tabel untuk hanya menunjukkan pengunjung dengan karakteristik tertentu, seperti mereka yang melihat situs pada sebuah tablet atau mereka yang telah mengunjungi situs ini sebelumnya. Jadi, mengapa tidak menggunakan itu untuk memeriksa berapa banyak orang yang menghabiskan lebih dari tiga puluh detik dalam membaca tutorial?

Jawabannya adalah: karena "Avg Time on Page” tidak berkerja seperti itu. Tidak juga “Avg. Session Duration”, untuk hal tersebut.

Mari kita anggap saya pergi ke halaman muka Envato Tuts+, menghabiskan sepuluh detik melakukan scrolling melalui halaman depan, mengklik sebuah tutorial yang saya suka, menghabiskan lima belas menit membacanya, dan kemudian menutup tab. “Avg. Time on Page” yang dicatat GA untuk halaman depan adalah sepuluh detik. “Avg. Time on Page” yang GA untuk tutorial adalah... nol detik.

Ya, Nol Det—Tunggu, Apa?

Kamu lihat, satu-satunya cara yang GA dapat menghitung seberapa lama kamu menghabiskan waktu dalam sebuah halaman adalah dengan mengambil:

  • Waktu kamu memuat halaman (yang itu ketahui), dan
  • Waktu terakhir yang kamu lakukan pada halaman tersebut

...dan mencari tahu perbedaan antara yang pertama dan kedua.

Google Analytics dapat mendeteksi ketika kamu mengklik sebuah tautan dan mencatat waktu, namun itu tidak dapat mendeteksi ketika kamu menutup sebuah tab—itulah mengapa Google Analytics tahu berapa lama saya menghabiskan waktu di halaman depan, namun tidak pada tutorial sebenarnya. Jika saya mengklik sebuah tautan terkait dengan Quick Tip ketika saya selesai membaca tutorial, membaca Quick Tip, dan kemudian menutup tab, maka Google Analytics akan mencatat sebuah "Avg. Time on Page” selama 15 menit tutorial, dan (lagi) nol dtk untuk Quick Tip.

Membiasakan Dengan Ini

Ingat dalam Ketika Bounce Bukanlah Sebuah Bounce, saya mengatakan kamu dapat mengirimkan sinya ke Google Analytics yang mengatakan, "ini bukan sebuah bounce?" Nah, sinyal tersebut juga memberitahu GA bahwa pembaca tetap di sana—mereka memberikan itu perkiraan yang lebih baik tentang waktu yang dilakukan pembaca terakhir kali pada halaman.

Kita juga dapat mengirimkan sinyal yang tidak mengganggu dengan bounce rate, namun yang tetap dapat digunakan GA untuk membentuk perkiraan ini. Mereka mungkin hanya cukup mengatakan, "pembacanya masih di sini", atau mereka mungkin melayani beberapa tujuan lainnya.

Kita dapat mengirimkan salah satu sinyal tersebut setiap tiga puluh detik, sehingga kita akan tahu berapa lama yang dihabiskan tiap pembaca pada tiap halaman dengan akurasi setengah menit. Ini dapat menimbulkan salah sangka, karena sebuah tutorial yang berada di dalam tab background selama setengah jam dan kemudian ditutup tanpa dibaca akan mencatat sebuah "Avg. Time on Page” sebesar tiga puluh menit.

Preferensi pribadi saya adalah mencocokkan ini dengan pengukuran engagement lainnya: sebagai contoh, mengirimkan sinyal selama setiap 100px scroll ke bawah halaman, atau setiap menit video yang mereka tonton pada screencast terpasang. Ini tetap akan melampaui perkiraan "Avg. Time on Page” untuk tab yang dibiarkan terbuka di dalam background (dengan menganggap mereka pada akhirnya dibaca atau ditonton) namun kita akan dapat mengumpulkan informasi yang menarik; apakah pembaca meluncur atau hanya sekilas membaca konten, atau membacanya dengan semestinya? Apakah pembaca keluar pada separuh jalan, atau tetap hingga akhirnya?

Kali Berikutnya...

Kali berikutnya, saya akan membicarakan tentang mengapa "pageviews", sebuah pengukuran yang biasa digunakan, bukanlah pengukuran yang penting tentang bagaimana sebuah website beraksi.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.