Unlimited Wordpress themes, plugins, graphics & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Web Design
  2. Vector
Webdesign

Alternatif Adobe: Aplikasi Vektor

by
Length:LongLanguages:
This post is part of a series called The Complete Guide to Adobe Alternatives.
Adobe Alternatives: Digital Painting Applications
Adobe Alternatives: Video Editing Applications

Malay (Melayu) translation by Muhammad Nabil (you can also view the original English article)

Selamat datang ke entri lain dalam siri kami meneroka dunia luas perisian yang dibuat oleh developer selain Adobe! Dalam artikel ini kita akan melalui koleksi aplikasi seni vektor yang mengagumkan, dengan sesuatu yang sesuai dengan anda sama ada anda seorang artis grafis yang tinggi, seorang pereka web yang membuat SVG untuk laman web, atau seseorang yang lebih baru untuk vektor mencari sesuatu yang mudah dan bersih.

Sama seperti semua perangkat lunak yang telah kita bahas di seri kita sejauh ini, setiap aplikasi dalam daftar ini tersedia tanpa memerlukan subscription (langganan), dan juga di bawah $100. Sebenarnya, setiap aplikasi pada daftar ini, dengan pengecualian Affinity Designer, benar-benar gratis. Jadi, jika anda ingin melakukan pekerjaan dengan vektor dengan anggaran terbatas, ini akan bagus!

Semua program ini juga sepenuhnya lintas platform, (kecuali Affinity Designer), dengan perangkat lunak yang hebat untuk Linux, Mac, Windows dan bahkan ChromeOS, jadi apapun setup anda semua itu ada di sini untuk anda.

Nomong-ngomong, anda tidak akan melihat aplikasi populer Sketch untuk Mac yang di sini saya cemaskan, dan itu bukan karena ini bukan program yang bagus. Memang pada saat ini banyak dipuji sebagai solusi terdepan untuk desain UI. Namun seperti yang saya katakan di awal seri ini, saya hanya menyertakan sebuah aplikasi jika secara pribadi saya telah menguji versi terbarunya, dan saat saya memilih untuk pensiun dari Mac awal tahun ini, jadi hal itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat dengan Sketch. Namun jika anda menggunakan Mac dan bekerja keras dengan UI, anda pasti harus mengeceknya sendiri.

Dan sekarang mari kita mulai dengan aplikasivektor alternatif Adobe kita!

1. Affinity Designer

Seperti halnya Affinity Photo yang saat ini merupakan alternatif Adobe terkemuka di bidang pengeditan foto, demikian juga Affinity Designer yang merupakan pemimpin di bidang editing vektor. Jika anda seorang profesional yang sangat cenderung pada Illustrator dan anda mencari aplikasi lain dengan kekuatan yang sebanding, menurut saya, sekarang Affinity Designer tak tertandingi.

Seperti Affinity Photo, Affinity Designer memiliki kemampuan luar biasa yang memungkinkan anda menggunakannya dan mulai menjadi produktif hampir seketika itu juga. Menurut saya segala hal di bagian interface-nya, jelas dan mudah diakses, cukup powerful. Saat menggunakan Affinity Designer, saya merasa semua hambatan telah teratasi dan saya bisa menyelesaikan dengan cepat. Jika anda memiliki sedikit pengalaman dalam membuat seni vektor yang tinggi, anda akan bisa menjadi yang tadinya buta dan menjadi segera produktif.

Menurut pandapat saya bahwa Affinity Designer saat ini adalah aplikasi yang paling selaras dengan kebutuhan profesional kreatif dalam aktifitas pekerjaan sehari-hari, dan dengan margin yang cukup besar. Jika anda belum tau apa itu Affinity Designer, tonton video ini untuk versi 1.5 terbaru untuk mengintip apa yang bisa dilakukan software mengagumkan ini:

Inti dari setiap aplikasi vektor adalah pen tool, dan yang dimiliki Affinity Designer sangatlah menakjubkan. Affinity Designer memiliki empat mode: pen mode untuk straight line dan bezier curve, smart mode untuk secara otomatis membuat curve yang smooth di sekitar nodes, poligon mode hanya untuk garis lurus, dan selanjutnya adalah line mode, untuk well dan line. Affinity Designer juga sangat mudah untuk mengubah node apapun menjadi salah satu jenis node yang disebutkan di atas dengan hanya memilihnya dan menekan tombol desired node type pada tampilan UI.

Ketika kedatangannya untuk membantu pekerjaan anda, Affinity Designer memiliki beberapa fitur unggulan. Affinity Designer memiliki fungsi zoom yang luar biasa yang bisa bergerak hingga 1.000.000% - pada dasarnya tak terbatas untuk semua maksud dan tujuan. Ini memungkinkan anda untuk melihat preview pekerjaan anda dalam mode vektor default, namun juga dalam mode 1x pixel, mode 2x pixel, dan begitu juga outline mode. Selain itu anda dapat membagi layar anda dan melihatnya dalam dua mode sekaligus, dengan pembagi yang dapat anda geser ke kiri dan kanan untuk mentransisikan antara tampilan:

Affinity Designer juga memiliki sistem advanced grid yang memungkinkan anda untuk menata grid sesuai yang anda inginkan, namun ini lebih dari sekedar grid persegi standar. Anda juga mendapatkan: isometric, isometric 2: 1, dimetric, oblique, trimetric left, trimetric right, triangular, horizontal triangular, 2:1 triangular, dan dua jenis grid custom, anda dapat menyesuaikannya lebih jauh dengan kontrol spacing, divisions, gutter, angle and snapping. Ini mungkin sistem grid terbaik yang pernah saya lihat di perangkat lunak apapun sampai saat ini.

Hampir semua hal di Affinity Designer itu hidup dan non-destructive. Boolean action yang non-destructive dan shape dapat dipindahkan dan disesuaikan sesudahnya. Adjustment layers yang non-destructive dan dapat ditumpuk, diurutkan dan diedit setelahnya juga. Menggabungkan node langsung dapat dilihat saat anda mengarahkan kursor ke atas dropdown list. Ini adalah jenis fitur yang benar-benar membantu dan mempercepat alur kerja.

Hal yang unik dari Affinity Designer adalah sistem "Personas", yang memiliki tiga: vector, pixel dan export. Anda mulai di "Vector Persona" secara default, di situlah anda menemukan semua tool vektor anda, namun jika anda menekan tombol "Pixel Persona", anda akan mendapati diri anda berada dalam editor raster berfitur lengkap semua dalam program yang sama. Designer sulit dikalahkan. Kemampuan untuk menggunakan advanced vector dan raster tool dalam satu aplikasi adalah fitur fenomenal yang membuat Affinity

Sebagai contoh, Affinity Designer memiliki vector brush yang brillian, memungkinkan anda membuat tampilan yang seperti lukisan tangan asli dan mempertahankan semua presisi dalam kerja vektor. Namun juga vector brush dapat anda gunakan dalam mode "Pixel" untuk memberi anda esensi dari digital painting. Anda mendapatkan yang terbaik dari kedua dunia tersebut.

Baru-baru ini, Affinity Designer telah membuat langkah untuk memungkinkan pengembangan UI / UX tingkat profesional, sesuatu yang akan menjadi berita gembira bagi perancang web dan aplikasi berbasis Windows. Sekarang termasuk artboards, symbols, dan constraints untuk memberi anda penyesuaian layout semi-responsive, di antara fitur lain yang membantu proses ini. Devs telah menyusun halaman presentasi di mana anda dapat memeriksa semua detailnya: Affinity Designer untuk UI / UX.

Bagi para profesional yang bergantung pada high level software, Affinity Designer meningkat dengan cepat sebagai pesaing nomor satu. Seperti yang diharapkan dengan aplikasi tingkat atas ada lebih banyak fitur daripada yang bisa dijelaskan dalam satu artikel, jadi anda mungkin juga merasa terbantu untuk mengikuti kursus Affinity Designer Quick Start, di mana saya memberi anda semua fitur penting dari software ini.

Affinity Designer tersedia dengan $49,99 dan menawarkan trial 30 hari, terutama dengan bantuan kursus kami, sudah pasti cukup banyak waktu untuk bermain dengan segala fitur mengagumkannya.

2. Inkscape

Seperti yang sering terjadi pada software dari dunia Linux / open source, Inkscape mengandung banyak power yang pada awalnya tampak tersembunyi di balik interface pengguna yang memerlukan beberapa waktu untuk dipelajari. Anda tidak akan bisa langsung mengambil dan menjalankan Inkscape seperti anda pada Affinity Designer, tapi jangan biarkan hal itu membuat diri anda melewatkan hal menakjubkan yang dikemas dalam aplikasi ini.

Bahkan jika anda telah menggunakan Inkscape di masa lalu dan sekarang sudah tidak lagi, saatnya untuk melihat lagi karena beberapa fitur baru yang hebat telah ditambahkan di versi 0.92, dirilis pada bulan Januari tahun ini. Coba lihat:

Ada daftar panjang inklusi baru, seperti yang akan anda lihat di video singkat di atas. Salah satu tambahan yang menonjol adalah mesh gradient baru dan banyak dicari. Saat ini, di antara aplikasi pada daftar ini, hanya Inkscape yang memiliki fitur ini. Devs di belakang Affinity Designer memang mengatakan bahwa mereka berencana untuk menambahkannya, namun komentar tersebut terjadi beberapa tahun yang lalu dan sementara mereka memastikannya sedang dalam pengerjaan, saat ini tidak ada ETA. Jadi jika anda menyukai mesh gradient dan ingin mencoba beberapa software baru tanpa menghabiskan ratusan dolar, atau beberapa dolar dalam kasus ini, Inkscape adalah tiket untuk anda.

Fitur baru yang signifikan lainnya bagi siapa saja yang membuat SVG untuk web adalah beralih dari 90dpi menjadi 96dpi agar sesuai dengan standar CSS. Selain itu anda dapat langsung mengedit struktur XML SVG anda secara langsung di dalam interface, membuat Inkscape menjadi prospek yang kuat untuk pembuatan grafis web. Dan lebih jauh lagi ke titik itu, catatan rilis 0,92 juga mengatakan:

"Banyak properti SVG2 dan CSS3 sekarang sudah didukung (misal: paint-order, mix-blend-mode). Tidak semua tersedia dari GUI. "

BSplines membuat entri di versi 0.92 juga, membuat peletakkan dari smooth curve yang dikendalikan sangat mudah. Dan freehand drawing / pencil tool sekarang telah lebih smmoth dan real time path yang simple membuat Inkscape menjadi drawing tool yang unggul.

Dan di tempat lain, sekarang ada tool yang bisa langsung mengedit on-canvas gradient, di mana gradient sebelumnya harus diedit melalui UI. Sekarang anda bisa klik dua kali di manapun pada garis yang mewakili gradient untuk menambahkan stop baru, pilih stop dan shift atau recolor, dan lakukan drag di sekitar end point untuk mengontrol di mana gradient diberlakukan.

Ketika menuju ke bagian toolkit, Inkscape memiliki semua yang anda harapkan untuk ditemukan dalam aplikasi vektor, dan juga beberapa hal yang tidak umum.

Pen tool sangat mengagumkan, dan sangat powerful. Tool ini memiliki fungsi reguler untuk menempatkan straight line nodes dan bezier curves, namun juga memiliki mode "spiro" untuk mengotomatisasi pembuatan sekeliling shape dengan mulus, mode "bspline" versi 0.92 untuk membuat curves dan waves yang lembut, dan mode "paraxial " untuk membuat shape hanya dengan sudut siku-siku.

Inkscape memiliki sculpting tool yang fantastis yang memungkinkan anda memodifikasi shape anda dengan mendorong dan menarik node di dekatnya untuk mengubah tepi dari shape, yang merupakan proses pengeditan yang sangat organik. Jika anda pernah melakukan sculpting 3D dari terrain atau meshes, tool ini terasa sangat mirip hanya saja dalam bentuk 2D.

Ada juga calligraphic brush stroke tool yang bagus, standard rectangle dan ellipse tools, dan beberapa tool bentuk lainnya.

Dan barangkali di sisi yang kurang serius, meski tentu berguna juga, adalah spray tool yang sangat menyenangkan. Pilih shape yang telah anda buat di dokumen anda, maka anda dapat men-spray atau menyemprotkan shape tersebut berulang kali di sekitar kanvas anda, atau klik satu kali untuk men-stamp atau membubuhkannya.

Begitu anda mendapati semua path anda di sana maka ada kesanggupan untuk menambahkan "Path Effects" yang merupakan perubahan langsung pada path yang dapat di-tweak atau dihapus setiap saat. Dan fitur simplification pada path bekerja dengan sangat baik, yang sangat membantu saat digunakan untuk membersihkan vektor yang berantakan yang dibuat dengan freehand tool atau dengan menggunakan fungsi "Trace bitmap".

Untuk membantu mempercepat alur kerja anda, Inkscape memiliki symbol library tempat di mana anda dapat membuat koleksi drag-n-drop dari aset yang dapat digunakan kembali. Hal ini juga memiliki sistem clone yang memungkinkan anda menduplikat objek lalu mengedit semua hal secara bersamaan secara real time.

"The Great Friend" oleh Luiz Rezende

Proses berbasis komunitas di belakang Inkscape menunjukkan melalui sejauh mana ia dapat menghadirkan komponen eksternal. Di atas built tools pada Inkscape yang mana memiliki sistem extension yang kuat dan dilengkapi dengan beberapa extension berguna yang out of the box, dengan kemampuan meng-install lebih banyak yang anda inginkan. Di Inkscape juga dapat menyematkan custom script yang ditulis untuk mengontrol perilakunya.

Satu hal yang saya hargai di Inkscape, yang sepertinya  ia dapat berjalan pada Linux / open source tools, adalah daftar setting yang ekstensif yang dapat anda gunakan untuk mendapatkan pengaturan perangkat lunak agar sesuai dengan preferensi anda. Anda memiliki kontrol atas UI layout, keyboard shortcut dan tool default untuk memberi nama beberapa hal. Dan satu hal lagi yang dimiliki Inkscape bersama rekan-rekan FOSS-nya adalah dokumentasi dan konten wiki yang luas untuk membantu anda. Anda mungkin perlu meluangkan sedikit waktu untuk mencoba tool ini, kecuali anda tidak ingin mendapatkan informasi saat anda menggunakannya.

Jika anda menginginkan sesuatu dengan banyak kekuatan  tapi tidak keberatan dengan belajar ekstra untuk menguasainya, dan anda ingin memiliki banyak kendali atas software anda, Inkscape bisa menjadi tool yang tepat untuk anda. Dan jika anda menggunakan Linux, menambahkan tool ini ke dalam alur kerja anda tanpa perlu pikir-pikir lagi.

3. Gravit Designer

Gravit Designer adalah pendatang yang serius dalam seni vektor. Gravit Designer mungkin tidak akan pada level yang sama dengan pemain top saat ini, tapi dia sangat powerful dan cepat berkembang. Ketika saat saya memulai artikel ini dan saat saya menyelesaikannya, rilis baru keluar dengan daftar panjang fitur baru yang sangat menakjubkan, termasuk cloud save & sync, placing linked images, measurement guide, Sketch file import, gradient editing system yang baru, dukungan teks internasional, versi Cina untuk lokal, improve pada export SVG, dan API baru yang menyediakan dukungan untuk plugin.

Gravit memiliki reputasi sebagai program pengeditan vektor berbasis browser yang paling powerful yang ada saat ini, dan memang demikian, namun Gravit juga menyediakan versi desktop sehingga anda dapat bekerja sesuai mode yang anda inginkan. Secara umum, pengalaman saya adalah versi desktop sepertinya lebih stabil, namun versi webnya berjalan lebih cepat.

Dan omong-omong jika interface default warna ungu pada Gravit bukanlah kesukaan anda, jangan takut, dalam versi terbaru ada pilihan untuk menggunakan tema light atau dark.

Ketika saat anda mulai menggunakannya, Gravit memiliki beberapa fitur keren. Misalnya, Gravit memberi anda pilihan untuk bekerja dengan kanvas tak terbatas. Cukup biarkan field pada height dan width halaman kosong saat anda membuat dokumen baru. Satu-satunya batasan dalam mode ini adalah anda tidak dapat mengatur background kanvas yang diberikan Gravit dan tidak akan tahu ukuran background-nya, itu lah yang perlu diperhatikan.

Dan sementara kita membahas topik tentang membuat dokumen baru, salah satu fitur terbaru adalah saat anda melakukannya, anda dapat memilih "New from template", yang menunjukkan pilihan kategori template. Setelah memilihnya anda disajikan dengan banyak template yang ada yang dapat anda ambil dari cloud dan untu berikut-berikutnya. Meski fitur baru ini sudah mulai bermunculan. Saya berharap ke depannya terus tumbuh sedikit demi sedikit.

Begitu anda masuk ke document anda, ada lebih banyak konten yang siap digunakan di bagian Library yang baru. Gravit sudah memiliki library yang cukup besar dalam membuat shape, illustration, icon, emoji, sticker dan decorative line yang sudah ada. Semua ini dapat diakses secara bebas dan dapat di-drag and drop ke dalam dokumen anda.

Ketika anda beralih ke bagian desain hal pertama yang cenderung anda cari adalah pen tool, dan yang ada di Gravit bekerja seperti yang diharapkan, memberikan garis lurus dan bezier curve yang fungsional. Namun bezigon tool sedikit berbeda, yang memungkinkan anda membuat curve sedikit lebih mudah dengan cepat saat menahan ALT saat anda menempatkan point, bezigon tool kemudian akan secara otomatis membuat curve yang mulus di antara titik-titik tersebut untuk anda.

Saat bekerja dengan canvas, Gravit memiliki snapping guideline yang sangat bagus sehingga cukup mudah untuk menempatkan objek selaras dengan benar. Color picker memperbesar area yang anda pilih, membuatnya cukup mudah untuk mendapatkan warna yang anda inginkan. Memilih shape mudah karena anda akan mendapatkan outline yang jelas pada shape saat anda mengarahkan kursor ke atasnya, membuat keduanya menonjol satu sama lain.

Gravit juga mendukung beberapa fill & stroke, dan fiturnya sangat rapi dan bekerja dengan baik. Setiap fill atau stroke berperilaku seperti individual layer. Masing-masing mereka memiliki mode blending dan opacity mereka sendiri, dapat ditumpuk dalam urutan apapun, dan dapat ditampilkan atau disembunyikan.

Multiple fills pada Grivit, dan ini adalah tab color "mixes"

Satu hal yang sangat saya suka di Gravit adalah color management system. Anda mendapatkan sesuatu yang umum seperti  color picker dan swatch, namun anda juga mendapatkan swatch dengan automatically generated collection yang menampilkan semua warna dalam dokumen anda sedang anda buka, dan tab "Mixes" yang sangat bagus yang memberi anda beberapa tint, shade, tone dan mix berdasarkan warna anda saat itu.

Malahan artboard di Gravit anda memiliki banyak page, masing-masing dapat berukuran individual; Fitur yang sangat berguna untuk desain yang kompleks dan kerja UI. Berbicara tentang page atau halaman, Gravit juga memiliki fitur yang menonjol di antara program vektor, dan itu adalah sistem presentasi gaya Powerpoint / Keynote yang built ini. Anda hanya membuat setiap slide anda sebagai page, lalu buka View > Play/Presentation dan gunakan tombol panah untuk melanjutkan.

Sayangnya saya menemukan beberapa gangguan kecil. Ada fitur "background fill" yang ditunjukkan pada salah satu tutorial Gravit yang memungkinkan latar belakang dokumen anda tampil dalam bentuk apapun tidak peduli apa yang ditempatkan di bawahnya. Namun hal itu tidak bekerja untuk saya, dan saya mencoba setiap kombinasi versi aplikasi, browser dan GPU yang bisa saya dapatkan karena itu sepertinya fitur yang sangat keren. Saya juga memiliki offset aneh pada fill transparan, di mana shape di belakangnya tampak tidak pada posisinya, dan beberapa flickering di dalam background.

Saya juga memiliki sedikit masalah dengan dokumentasi karena Gravit telah mengalami transisi dari situs web dan aplikasi lama ke yang baru, dan spertinya dokumentasi tidak berjalan selaras. Yang membuatnya agak sulit untuk mengetahui apa saja yang sebenarnya dilakukan tool-tool ini apa dalam software. Ini adalah software yang bergerak cepat dan pada tingkat tertentu beberapa masalah mulai muncul, jadi sadarilah hal-hal kecil juga mungkin akan muncul untuk anda.

Gravit benar-benar gratis untuk digunakan dan tim developer di belakangnya mengatakan bahwa mereka sepenuhnya berniat untuk tetap seperti itu, tanpa jenis monetisasi yang mengganggu. Melainkan ke depannya mereka berencana untuk menambahkan fitur marketplace dimana anda bisa memilih resource yang sesuai untuk anda. Mereka juga telah melisensikan engine software mereka ke pihak ketiga, yang merupakan bagian mengapa mereka mengatakan bahwa mereka telah mampu menjaga agar software tetap gratis dan bersih sejauh ini.

Jika anda ingin interface yang intuitif, tool canggih yang dapat anda akses online atau pada OS apa pun termasuk ChromeOS, dan anda menyukai gagasan untuk mengakses koleksi aset bermanfaat yang terintegrasi, cobalah Gravit Designer.

4. Boxy SVG

Boxy SVG adalah tool berbasis web yang benar-benar berfokus untuk bekerja dengan SVG, jadi jika anda perlu membuat asset SVG untuk digunakan di situs web, mungkin ini adalah aplikasi vektor untuk anda. Ini adalah program yang relatif sederhana, tapi jika anda membutuhkan grafis web yang friendly, saya merasa ini bisa menjadi hal yang positif. Alasannya adalah anda tidak dapat secara tidak kebetulan melakukan sesuatu hal di Boxy yang tidak akan diterjemahkan ke SVG dengan baik, karena setiap tool yang tersedia untuk anda dirancang untuk menciptakan SVG. Dan karena Boxy berbasis browser sehingga menampilkan SVG tepat di kanvas, anda langsung melihat bagaimana desain anda akan terlihat di situs secara live.

Boxy SVG mungkin berbasis web, namun saat anda memasangnya di Chrome atau Chromium, (dan mungkin Vivaldi), Boxy akan terlihat di sistem anda seperti aplikasi biasa. Anda akan bisa menjalankannya seperti program asli anda, dan meskipun menjalankannya di browser, program ini juga akan terlihat seperti program biasa.

Yang mengatakan, jika anda lebih suka untuk menjalankan Boxy langsung dari jendela browser, anda dapat melakukannya melalui live demo.

Saat ini live demo tampaknya memiliki beberapa perbedaan pada versi Chrome app store. Misalnya, versi demo memiliki tool masking sementara aplikasi Chrome tidak ada, dan aplikasi Chrome memiliki drag and drop asset sementara live demo tidak ada, jadi anda mungkin merasa ingin menggunakan keduanya walau sedikit.

Di toolkit Boxy anda mendapatkan semua tool umum: straight line, bezier curve, freehand, text, rectangle, ellipse, triangle dan berbagai macam shape lainnya.

Di bagian khusus SVG ada panel "View" yang memungkinkan anda mengontrol langsung tampilan box, serta pengaturan untuk properti preserveAspectRatio termasuk pengaturan alignment dan toggling antara meet atau slice.

Panel "Arrangement" memungkinkan anda untuk mengontrol alignment objek relatif terhadap view box, atau objek lainnya. Di sini anda juga bisa mengendalikan rotasi objek, flipping, ordering, serta grouping objek.

Ada beberapa tool modifikasi solid path termasuk boolean operation, (unite, intersect, subtract, exclude), tool compound path untuk joining atau splitting, konversi push button object to path, dan push button opening, closing and reversing path.

Dan untuk membantu mempercepat pekerjaan anda, ada sebuah library berisi kumpulan aset drag and drop yang dapat anda manfaatkan, atau anda mungkin ingin segera memeriksanya untuk melihat apa yang dapat dilakukan Boxy SVG.

Ketika sampai pada exporting, Boxy SVG mungkin berfokus pada SVG, namun anda tetap dapat menampilkan karya anda sebagai PNG, JPEG, atau WebP. Anda juga bisa memilih output dalam bentuk HTML bukan SVG, meskipun kode yang dihasilkan hanya sedikit berbeda.

Jika anda mencari tool yang mudah diakses, dan terutama jika anda membuat SVG untuk web, Boxy SVG mungkin merupakan tambahan baru yang hebat untuk gudang senjata anda.

5. Vectr

Vectr adalah aplikasi yang sangat sederhana. Tidak memiliki banyak hal ekstra, dan apa yang anda temukan di bagian interface sangat bersih dan sangat mudah untuk digunakan. Saya akan menggambarkannya sebagai semua hal penting dalam sebuah paket sederhana.

Saat pertama kali menggunakan ke Vectr, anda akan bisa melewati rangkaian tutorial interaktif yang sangat bagus untuk berorientasi pada software ini, walaupun sebagian besar dari apa yang ada, sudah merupakan hal biasa bagi pengguna seperti aplikasi desain vektor lainnya.

Di bagian toolkit-nya ada bezier curve pen, freehand pencil, text tool, image uploader, rectangle tool, rounded rectangle, ellipse dan koleksi dari extra shape. Anda juga bisa membuat beberapa page dalam satu dokumen.

Semua path dan shape dalam dokumen Vectr dapat memiliki banyak background, border, outer shadow and inner shadow yang diaplikasikan pada Vectr, dan Vectr juga memiliki opacity controlled. Background dapat diatur untuk flat fill, image, linear gradient atau radial gradient.

Saat bekerja secara langsung pada path adjustment, meng-convert point dari straight menjadi curved atau sebaliknya adalah masalah sederhana, cukup mengklik dua kali pada bagian point. Ada juga corner radius tool yang sangat mudah diakses di setiap titik. Dan Vectr memiliki beberapa contextual tools super cepat pada bagian canvas yang dengannya anda bisa membalikkan shape, membuat mereka maju / mundur, atau melakukan tindakan boolean. Fitur kecil yang sangat membantu ini bagus untuk mendapatkan kelancaran saat mendesain.

Yang menarik adalah Vectr memiliki plugin yang dapat anda instal ke situs WordPress untuk mendapatkan image editor lengkap yang disematkan di bagian post dan page editing screen anda. Setiap gambar yang anda buat dengan menggunakan Vectr di dalam WordPress akan secara otomatis mendapatkan URLnya sendiri di situs anda sehingga anda dapat berbagi dengan orang lain.

Vectr digunakan via WordPress

Vectr itu gratis, namun anda diminta untuk mendaftar dan sign in ke akunnya dalam rangka untuk menyelamatkan pekerjaan anda. Tidak ada opsi local save, semua didorong untung penyimpanan cloud. Satu-satunya pilihan local save adalah mengekspor dalam format SVG, PNG atau JPG, namun tampaknya tidak ada cara untuk menyelamatkan pekerjaan dan melindungi halaman, layer dan sebagainya. Saya harap mereka memutuskan untuk menambahkan fitur local save di kemudian hari karena jika tidak memiliki akses ke file sumber untuk membuat backup bisa menjadi suatu masalah.

Keuntungannya adalah bahwa apapun yang anda kerjakan akan tersedia dari web browser manapun yang dapat anda gunakan untuk masuk ke akun Vectr anda. Pada roadmap mereka ada rencana untuk melampirkan marketplace ke Vectr di mana anda bisa menjual pekerjaan anda dan membeli dari orang lain, jadi mungkin adil untuk menganggap ini adalah cara bagaimana Vectr berencana untuk mendanai dirinya sendiri, yang berarti perangkat lunak tersebut kemungkinan akan tetap gratis.

Jika anda mencari tool yang ringan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, atau saat anda dalam perjalanan, coba lah Vectr.

Software Vektor Apa yang Akan Dipilih

Kami telah membahas lima aplikasi vektor mengagumkan dan semuanya akan membuat anda bisa membuat seni vektor yang hebat, masing-masing mungkin sedikit lebih baik untuk berbagai jenis kasus penggunaan. Rangkuman terbaik saya tentang bagaimana memilihnya adalah sebagai berikut:

  • Jika anda seorang pro yang bekerja di studio desain, Affinity Designer hampir pasti akan sesuai untuk anda. Ini adalah perangkat lunak tingkat tinggi yang sedang dalam pengembangan aktif, dan ini akan membuat anda produktif dengan cepat.
  • Jika anda tidak keberatan untuk belajar lebih untuk mendapatkan beberapa power dari Inkscape mungkin adalah software pilihan anda. Jika anda menggunakan Linux, ini tidak diragukan lagi untuk anda. Mungkin yang terbaik bagi para freelancer dan solo artist yang bisa memilih perangkat lunak mereka sendiri.
  • Gravit Designer adalah editor vektor berbasis web yang paling powerful, dan dengan cepat meningkatkan fitur yang disertakan. Jika anda mencari UI yang mudah dimengerti dan editor vektor berbasis web / lintas platform yang strong silahkan mencobanya. Sadarilah bahwa anda mungkin perlu mengatasi kesalahan sesekali.
  • Jika anda seorang desainer web yang membuat SVG untuk situs web, Boxy SVG mungkin sangat sesuai. Boxy benar-benar terfokus pada SVG, dan berbasis browser, anda dapat merasa yakin apa yang anda lihat di kanvas adalah apa yang akan anda dapatkan di live situs anda.
  • Untuk program sederhana yang memiliki semua hal basic, dan jika anda tidak keberatan hanya menggunakan cloud saja, dan jika anda ingin melakukan sedikit pengeditan grafis langsung di dalam WordPress saat mengerjakan konten, Vectr bisa menjadi hal yang bagus untuk anda.

Tentu saja, masih banyak fitur-fitur di setiap aplikasi daripada yang bisa saya bahas dalam satu artikel, jadi pastikan untuk mengecek semuanya sendiri!

Satu hal yang pasti, pilihan untuk seni vektor sangat strong saat ini, jadi kemungkinan ada lebih dari satu tool yang ingin anda gunakan.

Berikutnya : Video Editing

Menurut pendapat pribadi saya, mungkin software terkuat yang ada di Adobe suite saat ini adalah Premiere Pro, menjadikannya yang paling sulit untuk mengidentifikasi alternatif realistis yang sesuai untuk semua orang. Namun semua terus berubah dan ada koleksi video editor yang sekarang tersedia yang semakin baik dari hari ke hari. Pada artkel berikutnya dalam seri ini, kita akan memeriksa pesaing utamanya, sekali lagi semua perangkat lunak yang ramah anggaran.

Tidak diragukan lagi mungkin bagi orang-orang dengan alur kerja tertentu untuk menghadapi NLE yang baru, dan saya telah mendengar beberapa laporan dari orang-orang yang telah melakukan hal itu dan beralih ke salah satu aplikasi dalam artikel mendatang kami. Ini tidak akan cocok dilakukan untuk semua orang, tapi tergantung pada apa yang anda lakukan, sangat mungkina kalau anda bisa menjadi salah satu orang yang sekarang memiliki banyak pilihan untuk dipilih.

Dan apakah anda bisa membawa lebih banyak pilihan software ke dalam ekosistem pengeditan video anda atau tidak, ada beberapa aplikasi yang rangkaian fiturnya berkembang dengan cepat untuk mengakomodasi lebih banyak dan lebih banyak kasus penggunaan. Itu berarti ide bagus untuk mulai mencari tahu sekarang dan manjadi opsi baru teratas yang tersedia dalam waktu dekat.

Kami akan meliput aplikasi ini dan apa yang sudah mereka sertakan di dalamnya di artikel berikutnya. saya akan menunggu anda di sana!

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.