9 Cara Mengatasi Desain Layak-Setengah-setengah
Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Wildan Aljilly (you can also view the original English article)
(Layak Setengah-setengah?!)
Mungkin kamu adalah seorang desainer ‘newbie’, tapi pasti kamu ingin melihat desain kamu menjadi seperti yang kamu inginkan (tidak hanya sekedar template atau framework yang sudah jadi seperti kebanyakan orang). Mungkin kamu sedang belajar mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi design yang keren, tapi mulai sekarang, kamu hanya perlu beberapa hal yang perlu ‘dibereskan’.
Ikuti tips-tips di bawah ini dan kamu akan tahu ketika memiliki desain yang tampak ‘setengah-setengah’, dan kamu dapat membuatnya menjadi sederhana sambil belajar membuat desain yang lebih baik, bukannya tenggelam dalam ‘lautan’ tutorial yang tak ada batasnya.
Tips
Mari mulai belajar.
#1 Jangan gunakan font yang samar
Ada ribuan font di luar sana. Sayangnya kebanyakan font itu buruk. Ada banyak juga font yang bagus, tapi jauh lebih banyak yang buruk.


Hindari penggunaan font yang mengandung ‘penyamaran’, yang dibuat layaknya tulisan-tangan, skrip, atau terlihat seperti keju swiss. Sebenarnya tidak semua font yang seperti itu kita benar-benar hindari, tapi karena kamu baru mulai belajar sebagai desainer, ada baiknya untuk tidak memperumit masalah dengan menambah hal-hal aneh yang dapat membuatmu salah memilih font.
#2 Pilih font yang simpel
Karena banyaknya font aneh di luar sana, jangan membuat masalah semakin rumit dengan mengambil resiko memilih font yang salah. Pilih beberapa saja yang simple, dan fokuskan untuk mempelajari cara mengenali font mana yang tepat untuk ukuran kecil (monitor atau screen), yang mana yang tepat untuk ukuran besar (atau untuk kebutuhan print), dan font mana yang dapat mewakili perasaanmu. Kalau kamu ingin tau font apa saja itu, kamu bisa coba “semua font yang kamu butuhkan” dalam materi Design for Hackers.


#3 Jangan lebih dari lima-puluh kata dalam satu baris
Monitor-lebar yang biasa kamu pakai di web, dan tren desain responsif, sudah meracuni banyak orang, akhirnya mereka membuat body-text menjadi terlalu lebar. Jangan pernah membuat tulisan dalam sebuah body-text lebih dari dua belas–lima puluh kata per baris, dan jangan juga buat lebih pendek dari delapan kata per baris.


#4 Gunakan satu font saja
Ya, Saya serius. Ya, kamu benar-benar bisa membuat desain yang keren, bahkan memperkaya desain, dengan menggunakan lebih dari satu jenis font; tapi, jika kamu masih belajar desain, jangan mempersulit diri. Kamu akan belajar banyak nanti, lebih dari sekedar bagaimana membuat desain yang bagus jika kamu memilih satu font yang tepat untuk pekerjaanmu, sehingga tidak mengkhawatirkannya ketika ukuran font berubah, penjajarannya (alignment), dan ruang kosong yang digunakan. (akan dibahas dalam tips #9)


#5 Gunakan skala yang tepat saat menentukan ukuran font
Dengan tipografi digital, kita mempunyai kelemahan dalam menentukan ukuran yang kita inginkan. Saya katakan ‘kelemahan’ karena bagi banyak orang ini berarti hal yang rumit. Mudahkan dirimu dengan hanya mengingat ukuran ini dalam pixel: 5, 7, 9, 12, 16, 21, 28, 37, 50, 67, 83. Ukuran tadi berdasarkan propori 3 banding 4, dan kamu bisa mencari tahu lebih jauh pada hal teknis lainnya dalam materi How to Establish a Modular Typographic Scale.


Jika salah satu ukuran ini tidak dapat kamu memenuhi efek yang kamu inginkan, masih banyak cara yang bisa kamu lakukan, buat menjadi tebal atau miring, gunakan huruf kapital (untuk judul dan metadata), atau gunakan warna yang berbeda. Tetaplah pada ukuran ini, dan cobalah bereksperimen pada hal lain.
#6 Jangan batasi tulisan
Meratakan tulisan pada body-teks pada kedua sisi kanan dan kiri, menyebarkan kata-kata pada ruang kosong. Perataan tulisan yang bagus hanya dapat terlihat jika kamu mempunyai software desktop-publishing berkualitas tinggi, itupun kalau kamu tau dasar typografi. Pada web, hampir tidak mungkin dilakukan. Pembatasan tulisan membuat tulisan kamu memiliki tekstur yang tidak jelas, dan meratakannya malah membuatnya semakin tidak nyaman dipandang dan mengganggu alur pembacaan. Jangan mengorbankan isi tulisanmu dengan kepuasan yang salah yang kamu dapatkan dengan membatasi tulisan dengan perataan.


#7 Buat Ornamen, Tekstur, dan Efek seminimum mungkin
Tantang dirimu sendiri untuk menghindari ornamen desain (garis, blok pada teks, gradien, dan tekstur) sedikit mungkin. Sederhanakan dan pikirkan detai yang lebih dalam (seperti pada point #9), kemudian tambahkan beberapa hal yang mungkin memang diperlukan.


#8 Pilih satu warna
Coba lihat desain logo yang sangat populer yang biasa kamu temui. Mungkin Google, Yelp, Duolingo, dan Twitter, contohnya. Setiap merk tersebut mengingatkan kita pada warnanya masing-masing, dan warna tersebut mendominasi setiap produk mereka. Pilihlah warna yang sesuai dengan desain kamu, coba buat warna itu menjadi terlihat seperti bayangan dari warna itu sendiri – atau warna abu-abu. Namun, lebih dari apapun, sederhanakan, buat sesimple mungkin. Sekali lagi, fokus pada point #9 dahulu.


#9 Fokus pada yang ‘Tidak terlihat’ dibanding ‘Yang terlihat’
Aturan di atas sebenarnya bertujuan untuk menyederhanakan desain kamu sehingga kamu bisa fokus pada hal yang ‘tidak terlihat’. Kita adalah makhluk yang bersifat kognitif, dan mudah terganggu dengan hal yang berkilau seperti jenis huruf dan warna, semua hal tersebut sangat penting ketika membuat desain yang indah dan kohesif: ukuran elemen, cara pengaturan spasi dan yang berhubungan satu sama lain, dan tidak kalah penting, ruang kosong diantara itu – yang jarang terlihat oleh kita.


Kekuatan tak terlihat ini sangat powerful, saya sudah merangkumnya dalam sebuah kursus, tersedia dalam emailmu.
Kesimpulan
Desain adalah disiplin ilmu yang kompleks dan tiada akhir, dan semua aturan ini bisa saja tidak digunakan oleh desainer yang sudah profesional. Kamu juga bisa saja mencoba untuk merubah caramu dengan gayamu sendiri setelah nyaman dengan aturan tadi; tapi sampai saat itu tiba, sekarang ikuti saja dulu aturannya dan kamu akan lebih mudah mencapai tujuan kamu dalam mendesain, bukan saja setengah jadi, tapi jadi sempurna!



